
Matcha dan green tea sering dianggap sebagai dua minuman yang sama. Keduanya memang berasal dari tanaman teh Camellia sinensis, tetapi memiliki perbedaan dalam proses produksi, bentuk, cara penyajian, warna, hingga karakter rasa.
Perbedaan tersebut perlu dipahami oleh pemilik cafe atau usaha minuman sebelum menambahkannya ke dalam daftar menu. Dengan memilih bahan yang tepat, pelaku usaha dapat menciptakan minuman yang sesuai dengan selera pelanggan sekaligus menjaga proses penyajian tetap praktis.
Lantas, apa perbedaan matcha dan green tea? Mana yang lebih cocok digunakan untuk menu cafe? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Matcha?

Matcha adalah salah satu jenis green tea yang diolah menjadi bubuk halus. Dalam penyajian tradisional, bubuk matcha dicampurkan langsung dengan air sehingga seluruh bagian daun tehnya ikut dikonsumsi.
Matcha umumnya memiliki warna hijau yang lebih pekat, aroma khas, dan karakter rasa yang lebih kuat. Rasanya dapat memberikan kombinasi pahit, sedikit manis, serta sentuhan gurih atau umami.
Dalam perkembangan bisnis minuman, matcha sering dikombinasikan dengan susu, gula, kopi, brown sugar, cheese foam, dan berbagai jenis topping. Salah satu menu yang paling dikenal adalah matcha latte.
Apa Itu Green Tea?

Green tea atau teh hijau merupakan kategori teh yang tidak mengalami proses oksidasi panjang seperti teh hitam. Dalam penyajian yang umum, daun teh hijau diseduh menggunakan air panas, kemudian ampas atau daun tehnya dipisahkan.
Green tea biasanya menghasilkan minuman yang lebih ringan dan jernih. Karakter rasanya dapat terasa segar, sedikit pahit, dan memiliki aroma daun teh yang khas.
Selain disajikan sebagai teh hangat, green tea juga dapat digunakan untuk membuat iced tea, fruit tea, lemon tea, atau minuman dengan tambahan madu dan buah.
Perbedaan Matcha dan Green Tea

Meskipun berasal dari tanaman yang sama, matcha dan green tea memiliki beberapa perbedaan penting.
1. Bentuk Produk
Matcha tersedia dalam bentuk bubuk halus. Bubuk tersebut dicampurkan langsung ke dalam air, susu, atau bahan minuman lainnya.
Sementara itu, green tea lebih sering tersedia dalam bentuk daun teh kering, teh celup, atau ekstrak. Daun tehnya diseduh terlebih dahulu sebelum air seduhan digunakan.
2. Proses Penyajian
Matcha perlu dilarutkan dan diaduk sampai tidak menggumpal. Dalam penyajian tradisional, matcha biasanya dikocok menggunakan alat khusus hingga tercampur rata.
Untuk kebutuhan cafe, matcha dapat dilarutkan dengan sedikit air hangat sebelum dicampurkan dengan susu dan es.
Green tea memiliki proses yang berbeda. Daun atau kantong teh diseduh dengan air panas selama waktu tertentu, kemudian dipisahkan agar rasanya tidak terlalu pahit.
3. Warna Minuman
Matcha cenderung menghasilkan warna hijau yang lebih pekat dan terlihat jelas ketika dicampurkan dengan susu.
Green tea seduh biasanya memiliki warna yang lebih ringan, mulai dari hijau pucat hingga kekuningan, tergantung jenis daun, suhu air, dan waktu penyeduhan.
4. Karakter Rasa
Matcha memiliki rasa yang lebih kuat, creamy, dan dapat memberikan sentuhan umami. Karena karakternya cukup dominan, matcha cocok dipadukan dengan susu dan bahan manis.
Green tea memiliki rasa yang lebih ringan dan menyegarkan. Minuman ini cocok dikombinasikan dengan lemon, madu, leci, persik, atau buah lainnya.
5. Tekstur
Karena menggunakan bubuk yang dicampurkan langsung, matcha dapat menghasilkan tekstur yang lebih tebal dibandingkan teh hijau seduh.
Green tea cenderung memiliki tekstur yang lebih ringan karena bagian daun tehnya tidak ikut diminum.
6. Pengembangan Menu
Matcha dapat digunakan untuk membuat berbagai minuman berbasis susu, kopi, dan frappe. Sementara itu, green tea lebih cocok digunakan sebagai dasar minuman teh yang ringan dan menyegarkan.
Keduanya dapat digunakan untuk menu cafe, tetapi memiliki fungsi dan target pelanggan yang berbeda.
Matcha atau Green Tea, Mana yang Cocok untuk Cafe?

Tidak ada pilihan yang mutlak lebih baik karena matcha dan green tea memiliki keunggulan masing-masing. Pemilik usaha perlu menyesuaikannya dengan konsep cafe dan target pelanggan.
Pilih matcha jika:
- Ingin menyediakan menu dengan rasa creamy
- Menargetkan pelanggan yang menyukai minuman berbasis susu
- Membutuhkan bahan yang dapat dikembangkan menjadi banyak menu
- Ingin menciptakan minuman dengan warna hijau yang menarik
- Menyediakan latte, frappe, atau minuman premium
Pilih green tea jika:
- Ingin menawarkan minuman yang lebih ringan
- Menyediakan kategori tea dan fruit tea
- Menargetkan pelanggan yang menyukai minuman menyegarkan
- Ingin mengombinasikan teh dengan buah, lemon, atau madu
- Menyediakan minuman panas dan dingin yang sederhana
Cafe juga dapat menyediakan keduanya. Matcha ditempatkan dalam kategori latte atau minuman creamy, sedangkan green tea masuk ke dalam kategori tea dan refreshment.
Ide Menu Matcha untuk Cafe

Salah satu kelebihan matcha adalah kemudahannya untuk dikembangkan menjadi berbagai pilihan menu.
Iced Matcha Latte
Perpaduan matcha, susu, dan es menghasilkan minuman yang creamy serta mudah dinikmati.
Matcha Coffee Latte
Tambahkan satu shot espresso untuk menghasilkan kombinasi rasa matcha yang lembut dan karakter kopi yang lebih kuat.
Matcha Brown Sugar
Brown sugar dapat memberikan rasa manis dan aroma karamel yang membantu menyeimbangkan rasa matcha.
Matcha Cheese Foam
Tambahan cheese foam memberikan perpaduan rasa manis dan gurih sekaligus membuat tampilan minuman terlihat lebih premium.
Matcha Frappe
Matcha dapat diblender bersama susu dan es untuk menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan kental.
Matcha Oat Latte
Susu oat dapat digunakan sebagai alternatif untuk menciptakan variasi rasa yang lebih ringan.
Untuk refrensi menu kamu bisa cek dini sekarang ya !!
Ide Menu Green Tea untuk Cafe

Green tea juga dapat dikembangkan menjadi beberapa minuman yang menyegarkan.
Iced Green Tea
Teh hijau dingin menjadi pilihan sederhana untuk pelanggan yang menginginkan minuman ringan.
Honey Green Tea
Tambahan madu memberikan rasa manis yang lembut tanpa menutupi aroma tehnya.
Lemon Green Tea
Perpaduan teh hijau dan lemon menghasilkan rasa segar dengan sedikit sentuhan asam.
Peach Green Tea
Aroma persik dapat memberikan karakter buah yang manis dan menyegarkan.
Lychee Green Tea
Green tea dapat dikombinasikan dengan rasa leci dan potongan buah untuk meningkatkan daya tarik menu.
Tips Menyajikan Matcha agar Tidak Menggumpal

Salah satu kendala dalam membuat minuman matcha adalah munculnya gumpalan. Untuk menghindarinya, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan alat ukur agar takaran selalu sama.
- Larutkan powder dengan sedikit air hangat terlebih dahulu.
- Aduk atau kocok sampai benar-benar tercampur.
- Tambahkan susu setelah larutan matcha siap.
- Gunakan saringan apabila masih terdapat gumpalan.
- Simpan powder dalam wadah yang kering dan tertutup rapat.
Selain membantu menjaga tekstur, proses tersebut juga membuat rasa setiap pesanan menjadi lebih konsisten.
Gunakan Powder Matcha yang Praktis untuk Menu Cafe

Dalam operasional cafe, kecepatan penyajian dan konsistensi rasa menjadi dua hal yang penting. Penggunaan powder siap olah dapat membantu barista membuat minuman dengan takaran yang lebih mudah diatur.
Untuk membuat berbagai kreasi matcha, pemilik usaha dapat menggunakan Dorata Powder Matcha Latte 1 Kg. Produk ini dapat dikreasikan menjadi iced matcha latte, matcha coffee, matcha brown sugar, matcha cheese foam, dan matcha frappe.
Lakukan uji resep terlebih dahulu untuk menyesuaikan tingkat kemanisan, jumlah susu, es, dan topping dengan ukuran gelas serta target pelanggan.
Kesimpulan
Matcha merupakan salah satu jenis green tea, tetapi keduanya memiliki bentuk, proses penyajian, warna, rasa, dan tekstur yang berbeda.
Matcha berbentuk bubuk dan memiliki karakter rasa yang lebih kuat sehingga cocok untuk latte, frappe, dan minuman creamy. Green tea biasanya diseduh dan menghasilkan minuman yang lebih ringan sehingga cocok untuk iced tea, fruit tea, lemon tea, dan honey tea.
Pemilik cafe dapat memilih salah satunya atau menyediakan keduanya dalam kategori berbeda. Yang terpenting adalah menggunakan resep yang konsisten, memilih bahan sesuai target pelanggan, dan menciptakan penyajian yang menarik.
kamu bisa baca juga : 7 Ide Minuman Matcha Kekinian untuk Menambah Menu Cafe

